أسلوب قرآني Bahasa al-Qur'an

بسم الله الرحمن الرحيم

وَإِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ الصَّادِقِينَ (يوسف 27).

Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar". [Yusuf 17].

 

( Jika/kalau … berarti ...  :  وإنْ كَانَ ... فَـ .... )

Contoh:

إنْ كَانَ اِسْمُكَ طَالِعًا في القَائِمَةِ فَأَنْتَ مِن النَّاجِحِيْنَ.

Jika namamu muncul di list, berarti kamu termasuk yang lulus.

إنْ كَانَتْ هذه القَاعَةُ مَشْغُوْلَةً فَنَنْتَقِلُ إلى القَاعةِ المُجَاوِرَةِ.

Jika ruang ini dipakai berarti kita pindah ke ruangan sebelah.

إن كان الأسْتَاذُ غَائِبًا اليَوْمَ فَخَبْرُ مَرَضِهِ صَادِقٌ.

Jika ustadz tidak dating hari ini berarti kabar beliau sakit itu benar.

إن كان الطُّلَابُ يَنَامُوْنَ أثْنَاءَ الدَّرْسِ فَالتَّعْلِيْمُ يَحْتَاجُ إلى التَّشْوِيْقِ.

Jika siwa tidur saat pelajaran berlangsung, berarti  kelas butuh penyegaran.

إن كُنْتُ غَائِبًا فَأَنْتَ تَقُوْمُ مَقَامِي.

Jika saya tidak datang berarti kamu yang menggantikan saya.

 

Share

Penghargaan / جائزة

المدونة / Tulisan Blog

كتاب جديد / Buku Baru

حكمة / Hikmah

آخر تعليقات / Latest Comments

زوار / Pengunjung