تعبيرات / Ungkapan

Ta’bir Indonesia-Arab (Akar Kata “Bukan”)

Dr. Nasaruddin Idris Jauhar, M.Ed.

(Fak.Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya)

 

لَيْسَ / غَيْر

Bukan

لَسْتُ مُحَامِيًا

Saya bukan pengacara

تَغَيُّرُ مَعْنَى الكَلِمَةِ بِتَغَيُّرِ التَّرْكِيْبِ الصَّرْفِيّ لَهَا مَثَلاً غَفَرَ غَيْرُ اسْتَغْفَرَ

Makna kata berubah dengan berubahnya susunan morfemnya, sebagai contoh: kata ‘ghafaro’ bukan kata ’istaghfaro’

لاَ بِـ ... لاَ بِـ ...

Bukan …  juga bukan …

لاَ هُوَ بـالطَّالِبِ وَلاَ هُوَ بِـالفَلاَّحِ

Dia bukan mahasiswa dan juga bukan petani

 

أَلَيْسَ... بِـ... / أليس + (اسم)

Bukankah

أَلَيْسَ اللهُ بِـأَحْكَمِ الحَاكِمِيْنَ ؟

Bukankah Allah Pengadil Yang Maha Bijak?

أَلَسْتَ متدوبَ الجَرِيْدَةِ

Bukankah Anda seorang reporter surat kabar?

 

أَلَيْسَ كَذَلِك

Bukankah begitu

أَلَيْسَ كَذلِكَ؟ نَعَمْ، يَاسَيِّدَتِيْ

Bukankah begitu? Ya, Nyonya!

أَلَيْسَ خَيْرًا لِـ... أَنْ

Bukankah lebih baik bagi … untuk…

أَلَيْسَ خَيْرًا لَهُمْ أَنْ يَعُوْدُوْا

Bukankah lebih baik bagi mereka untuk kembali ?

 

بَدَلاً مِنْ

Bukannya (dan bukan/tidak)

مِنْ عُيُوْبِ هذِهِ الطَّرِيْقَةِ تَزْوِيْدُ الطُلاَّبِ بِالنَّظَرِيَّاتِ اللُّغَوِيَّةِ  بَدَلاً مِنْ إِعْطَائِهِمْ فُرَصَ اسْتِعْمَالِ اللُّغَةِ بِاعْتِبَارِهَا وَسِيْلَة الاتِّصَالِ

Termasuk kelemahan metode ini adalah memberikan siswa teori-teori kebahasaan, bukannya memberi kesempatan untuk menggunakan bahasa sebagai sarana komnikasi

 

مَا بِـ ...

Bukanlah

مَا أَنَا بِـكَاذِبِ الآن

Sekarang saya bukanlah seorang pembohong

 

هَلْ (غير عاقل) ... إِلاَّ

Bukan apa-apa … kecuali …

هل هذه إلا هدية متواضعة منا

Ini bukan apa-apa, kecuali hadiah sederhana dari kami

هل (عاقل) .... إلا

Bukan siapa-siapa, kecuali.....

هَلْ أَنَا إلاَّ عبد ضعيف فقير !

Saya buka apa-apa, kecuali seorang hamba yang lemah lagi faqir.

لَيْسَ مُجَرَّد

Bukan hanya sekedar

الجُمْلَةُ هِيَ عُنْصُرٌ مُهِمٌّ فِي الكَلاَمِ ذَاتَ أَبْعَادٍ كَثِيْرَةٍ وَلَيْسَ مُجَرَّد مَجْمُوْعَةِ الكَلِمَاتِ

Kalimat merupakan unsur yang penting dalam berbahasa yang memiliki banyak dimensi, bukan hanya sekedar kumpulan dari beberapa kata

 

لَيْسَ فَقَطْ ... وَلكِنْ ...

Bukan hanya … tapi juga …

إِنَّ مَنْهَجَ تَحْلِيْلِ النِّظَامِ لَيْسَ فَقَطْ تَحْلِيْلاً لِلنِّظَمِ وَلكِنَّهُ تَطْوِيْرٌ شَامِلٌ لَهُ

 

لاَ لأَنَّ ... بَلْ لأَنَّ

Bukan karena … tapi (karena) …

كَانَ (هُوَ) قَلِيْلَ الأَكْلِ لاَ لأَنَّهُ كَانَ قَلِيْلَ المَيْلِ إِلَى الطَّعَامِ بَلْ لأَنَّهُ كَانَ ...

Dia sedikit makan bukan karena tidak menyukai makanannya tetapi

لَمْ يَعُدْ

Bukan lagi

السَّلاَمُ لَمْ يَعُدْ حِلْمًا

Perdamaian bukan lagi mimpi 

لَيْسَ... بَلْ / لَيْسَ... إِنَّمَا / لَيْسَ...وَلكِن

Bukan … tapi….

المُشْكِلَةُ لَيْسَتْ في مَضْمُوْنِ كَلاَمِكَ بَلْ المُشْكِلَة في أُسْلُوْبِكَ في الكَلاَمِ

Masalahnya bukan pada isi pembicaraanmu tapi pada cara kamu berbicara

لَيْسَ الفَتىَ مَنْ قَالَ هذَا أَبِيْ إِنَّمَا الفَتَى مَنْ قَالَ هَا أَنَا ذَا

Pemuda itu bukan yang berkata ini bapakku, tapi yang berkata inilah aku

اللَّهْجَةُ لَيْسَتْ لُغَة إِنَّمَا هِيَ أُسْلَوْبُ أَدَاءِ اللُّغَةِ

Dialek bukan bahasa, tapi cara berbahasa

لَيْسَ البِرَّ أَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ وَلكِنَّ البِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ....

Kebaikan bukan menghadapkan wajah kalian ke timur dan ke barat, tapi kebaikan adalah siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir

 

أَلَيْسَ

Bukankah

أَلَيْسَ اللهُ بِـأَحْكَمِ الحَاكِمِيْنَ ؟

Bukankah Allah pemutus yang paling adil?

 

Share

أضف تعليق


كود امني
تحديث

Penghargaan / جائزة

المدونة / Tulisan Blog

كتاب جديد / Buku Baru

حكمة / Hikmah

آخر تعليقات / Latest Comments

زوار / Pengunjung